Potensi Sumber Daya Alam


Potensi Sumber Daya Alam

        

        Tata guna lahan Desa Pakamban Daya Sebagian besar adalah wilayah pertanian, permukiman penduduk, pertokoan, perindustrian, perkebunan/hutan rakyat dan tempat umum seperti Masjid, Mushalla, Sekolah dan Pemakaman. Semua ini merupakan potensi bagi Desa Pakamban Daya untuk mengembangkan wilayah dan masyarakat ke arah kemajuan yang lebih berarti. Dari tata guna lahan yang ada yang paling dominan di Desa Pakamban Daya berupa pertanian dan hutan rakyat.
     Desa Pakamban Daya adalah suatu daerah yang specifik karena perbandingan antara daratan dengan pegunungan adalah lebih luas daerah daratannya. Daerah daratan hampir menguasai + 75% dari luas Desa Pakamban Daya.  Daerah pegunungan tersebut berupa lahan hutan rakyat dan sebagian besar adalah lahan pemukiman rakyat.
      Secara struktural Desa Pakamban Daya memiliki 16 RT dan 8 RW ( 8 Lingkungan ), yang masing-masing dipimpin oleh Ketua RT dan Ketua RW (Kepala Lingkungan). Pemilihan ketua-ketua RT/RW berdasarkan hasil musyawarah mufakat oleh tokoh masyarakat yang selanjutnya ditetapkan oleh Keputusan Kepala Desa yang menjabat.
     Adapun Permasalahan Ekonomi yang timbul diantaranya adalah ;
        a.   Kurangnya pelatihan-pelatihan, banyak masyarakat yang tingkat  sumber daya manusianya rendah dan tidak mempunyai keahlian atau keterampilan di segala bidang usaha Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Perdagangan, Koperasi dan Industri. Dengan demikian menyebabkan beberapa permasalahan pada bidang :
1.  Petanian
a. Hasil pertanian rendah dan tidak berkembang. 
b. Kelangkaan pupuk dan harga mahal
c. Pemupukan di lahan sawah belum maksimal
d. Kurangnya bibit jagung, padi dan buah-buahan kayu tahunan
e. Hama tanaman menyerang tanaman petani
f.  Hasil pertanian kurang baik karena kurang air dan pengerjaan manual
                        g. Lahan pertanian tidak tergarap karena merupakan lahan tadah hujan
h. Kwalitas SDM dari petani rendah sehingga hasil panen tidak optimal
                        i.  Pada musim kemarau hasil panen merosot
1.   Peternakan dan Perikanan

a. Usaha peternakan kurang berkembang karena kurangnya modal

b. Usaha peternakan warga bersifat tradisional

c. Pengetahuan warga tentang peternakan terbatas

d. Belum ada penyuluhan peternakan yang berkesinambungan
2.   Perdagangan Koperasi dan Industri
a. Kurangnya modal untuk kelompok usaha kecil dan pedagang keliling
b. Tidak ada wadah untuk menampung hasil warga (KOPERASI)
c. Rendahnya Keterampilan warga masyarakat  

         b. Pinjaman bergulir, masih banyak warga masyarakat yang meminjam kepada    pihak ke tiga yang memberatkan dengan tingkat bunga yang sangat tinggi, dan ketidak mampuan (jaminan) dan atau ketidak tahuan warga masyarakat mengakses kredit/pinjaman terhadap Bank, serta minimnya modal pinjaman yang diberikan. 
Previous
Next Post »